Selasa, 01 November 2016

Jaringan Virtual VMware

Virtual Network pada VMware?
           VMWare menyediakan banyak fungsi dalam menjalankan sistem operasi berbasis lingkungan virtual, diantaranya juga menyediakan kemampuan antara mesin virtual bertukar data melalui jaringan virtual yang kita sebut sebagai virtual networking. Dengan kemampuan ini kita dapat menghubungkan beberapa sistem operasi yang berjalan pada lingkungan virtual dengan jaringan fisik (bridgedconnection) , antara beberapa mesin virtual dan mesin host (hostnetwork), dan NAT (Network AddressTranslation). Virtual switch adalah yang menyediakan kemampuan ini, dapat membuat beberapa mesin virtual dapat saling berkomunikasi dengan menggunakan protokol yang sama, tanpa melalui tambahan perangkat keras.
             Beberapa mesin virtual dapat dikonfigurasi dengan satu atau lebih virtual ethernet adapter yang masing-masing memiliki alamat IP dan MAC yang berbeda, namun masih menggunakan properti yang sama layaknya yang dimiliki oleh mesin fisik (nyata). VMWare mendukung beberapa tipe jaringan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita. Terdapat tipe jaringan atau network adapter didalam VMWare, yaitu Bridged adapter, NAT,  Host Only, LAN Segement. Ada perbedaan di antara keempatnya.
    • NAT : Prinsip kerja NAT yakni OS virtual atau guest akan memiliki alamat IP yang sama dengan host. Apabila host terhubung dengan internet maka guest akan terhubung pula secara otomatis. Dan NAT yang terdapat didalam virtual box sama dengan NAT pada jaringan fisik.
    • Bridged Adapter : Prinsip kerja Bridge Adapter yakni guest terhubung ke jaringan fisik dari host. Jadi, guest seakan muncul sebagai computer fisik di jaringan yang terhubung dengan host. Dan guest akan terlihat di jaringan luar sama seperti host. Dalam mode bridge adapter, virtual box terhubung secara langsung ke jaringan yang sama dengan jaringan milik host machine. Apabila terdapat lebih dari satu Ethernet di host, maka kita harus memilih ke jaringan yang mana virtual machine tidak disambungkan.
    • Host Only Host-only hanya untuk hubungan jaringan guest dengan host NAT yang mana merupakan tipe network default dari virtual machine itu sendiri. Artinya apabila kita tidak memilih tipe jaringan yang lain, maka virtual machine secara otomatis akan menggunakan mode NAT.
    • LAN Segment : LAN Segment di dalam virtual machine berperan dalam menghubungkan jaringan yang ada antar guest. Ini serupa dengan bridged network dalam hal computer dapat berkomunikasi langsung dengan dunia luar. Namun demikian, “dunia luar” di sini terbatas pada computer guest lain yang terhubung pada jaringan internal yang sama.

    Menghubungkan Guest OS Debian Linux dengan Host OS Windows 7

    Analisa :
    Gambar di atas adalah kondisi kita telah masuk pada setting Virtual Machine untuk memberikan settingan pada interfaces. Pertama kita memilih network connection pada devices network adapter. Selanjutnya memilih VMNet adapter, yaitu VMNet1 (Host-only). VMNet adapter yang dipilih juga harus ada di Host OS PC. Sehingga nantinya Guest OS dan Host OS dapat berada pada satu jaringan.

    Analisa :
    Selanjutnya dilakukan pengaturan pada IP Address virtual machine 1 (VM1), yaitu dengan mengubah IP Address awal yang tersimpan pada file /etc/network/interfaces. Mengapa dengan cara menyimpan pada file tersebut? Karena IP Address yang diberikan akan tersimpan secara permanen, dan tidak akan kembali pada IP Address awal jika OS dihidupkan kembali. Pada kondisi di atas, VM1 diberikan IP Address 192.168.10.1, netmask 255.255.255.0, IP Network 192.168.10.0, dan IP Broadcast 192.168.10.255.

    Analisa :
    Untuk mengecek apakah IP Address yang baru sudah tersetting atau belum, maka dilakukan pengecekan dengan perintah ifconfig. Namun sebelumnya, VM1 harus direstart terlebih dahulu agar IP Address dapat berubah. Kondisi di atas menunjukkan bahwa IP Address telah tersetting menjadi 192.168.10.1.

    Analisa :
    Selanjutnya dilakukan pengaturan IP Address pada Host OS PC kita agar mesin virtual yang dijalankan dapat berkomunikasi pada mesin host. Perlu diperhatikan bahwa IP Address yang diatur pada VMWare Network Adapter adalah yang sama dengan Guest OS VM1, yaitu VMNet1. Pada kondisi di atas, host diberikan IP Address 192.168.10.2 dengan netmask 255.255.255.0.

    Analisa :
    Selanjutnya dilakukan pengecekan apakah Guest OS dan Host OS dapat saling berkomunikasi satu sama lain melalui protocol ICMP Ping. Kondisi di atas menunjukkan bahwa Guest OS sudah dapat terhubung dengan Host OS.

    Menghubungkan Antar Guest OS pada VMware

    Analisa :
    Selanjutnya dilakukan hal yang sama pada Virtual Machine 2 (VM2). Gambar di atas adalah kondisi kita telah masuk pada setting VM2 untuk memberikan settingan pada interfaces. Pertama kita memilih network connection pada devices network adapter. Selanjutnya memilih VMNet adapter, yaitu VMNet1 (Host-only). VMNet adapter yang dipilih harus sama dengan Host OS dan Guest OS VM1. Sehingga nantinya Guest OS VM1, Guest OS VM2 dan Host OS dapat berada pada satu jaringan.

    Analisa :
    Selanjutnya dilakukan pengaturan pada IP Address VM2, yaitu dengan mengubah IP Address awal yang tersimpan pada file /etc/network/interfaces. Mengapa dengan cara menyimpan pada file tersebut? Karena IP Address yang diberikan akan tersimpan secara permanen, dan tidak akan kembali pada IP Address awal jika OS dihidupkan kembali. Pada kondisi di atas, VM1 diberikan IP Address 192.168.10.3, netmask 255.255.255.0, IP Network 192.168.10.0, dan IP Broadcast 192.168.10.255.

    Analisa :
    Untuk mengecek apakah IP Address yang baru sudah tersetting atau belum, maka dilakukan pengecekan dengan perintah ifconfig. Namun sebelumnya, VM2 harus direstart terlebih dahulu agar IP Address dapat berubah. Kondisi di atas menunjukkan bahwa IP Address telah tersetting menjadi 192.168.10.3.

    Analisa :
    Selanjutnya dilakukan pengecekan apakah Guest OS VM2 dengan Guest OS VM1 dan Guest OS VM2 dengan Host OS dapat saling berkomunikasi satu sama lain melalui protocol ICMP Ping. Kondisi di atas menunjukkan bahwa Guest OS VM2 sudah dapat terhubung dengan Guest OS VM1 dan Host OS.

    Analisa :
    Begitu pula dengan VM1, dilakukan pengecekan apakah Guest OS VM1 dengan Guest OS VM2 dan Guest OS VM1 dengan Host OS dapat saling berkomunikasi satu sama lain melalui protocol ICMP Ping. Kondisi di atas menunjukkan bahwa Guest OS VM1 sudah dapat terhubung dengan Guest OS VM2 dan Host OS.

    Hal yang sama dilakukan pada Host OS. Dengan melakukan Ping pada Guest OS VM1 dan Guest OS VM2, menunjukkan bahwa Host OS sudah dapat saling berkomunikasi satu sama lain.

    Mengecek ARP pada Table VMware

    Analisa :
    Pada ARP tabel VM1 terdapat dua baris yang berisi IP Address yang dipetakan menjadi MAC Address, dan pada VM2 juga terdapat dua baris. Dalam kasus ini VM1 telah melakukan ICMP Ping pada VM2 dan Host OS. Oleh karena itu, di ARP tabelnya terdapat informasi alamat IP Address VM2 yaitu 192.168.10.3 dan Host OS yaitu 192.168.10.2 bersama dengan MAC Address nya. Sedangkan pada VM2 telah melakukan ICMP Ping pada IP Address VM1 yaitu 192.168.10.1 dan Host OS yaitu 192.168.10, sehingga informasi IP Address dan MAC Address disimpan pada ARP table VM2.

    Minggu, 16 Oktober 2016

    VLAN, Netmask, dan Static Routing

    Simulasi Jaringan VLAN


     
    Analisa :
    Gambar di atas adalah topologi jaringan VLAN dengan menggunakan dua media penghubung Switch. PC A memiliki IP Address 192.168.1.2, PC B memiliki IP Address 192.168.1.3, dan PC C memiliki IP Address 192.168.1.4. PC A dan PC C berada pada VLAN 10, sedangkan PC B dan PC D berada pada VLAN 30. Pada simulasi di atas akan dibuat hanya PC dengan VLAN sama yang dapat berkomunikasi. PC A hanya bisa berkomunikasi dengan PC C. Dan PC B hanya bisa berkomunikasi dengan PC D.

    Analisa :
    Untuk membagi jaringan LAN menjadi dua buah VLAN, maka dilakukan konfigurasi pada switch. Pertama konfigurasi switchport mode, jenis mode pada switchport ada dua, yaitu Access dan Trunk. Access digunakan untuk menghubungkan switch dengan PC. Trunk digunakan untuk switch dengan switch. Pada interface fa0/1 diatur sebagai mode Access dan access vlan 10. Pada interface fa1/1 diatur sebagai mode Access dan access vlan 30. Dan pada interface fa2/1 diatur sebagai mode Trunk.

    Pengiriman Data Pada Satu Jaringan VLAN

    Analisa :
    Kondisi di atas adalah ketika PC A akan mengirim data pada PC C sesame VLAN 10,  dengan cara sederhana yaitu ‘ping’ IP 192.168.1.4. Mula - mula PC C bersiap untuk mengirim data ke PC C melalui switch 0. Sinyal dari data tersebut merupakan ARP.

    Analisa :
    Kemudian oleh switch 0 sinyal tersebut langsung dikirimkan ke PC C melalui switch 1 tanpa disebar ke PC B terlebih dahulu karena PC B bukan satu VLAN dengan PC A sebagai pengirim asal. Sinyal tersebut masih berupa ARP.

    Analisa :
    Kemudian oleh switch 0 sinyal ARP tersebut juga langsung dikirimkan ke PC C tanpa disebar ke PC D terlebih dahulu karena PC D bukan satu VLAN dengan PC A dan PC C. Selanjutnya PC C mengirim balik sinyal berupa ARP tersebut kepada switch 1 sebagai balasan untuk melaporkan bahwa PC C telah menerima sinyal tersebut dari PC A. Setelah sampai pada switch 1, oleh switch 1 sinyal tersebut dikirimkan langsung pada switch 0.


    Analisa :
    Setelah itu, oleh switch 0 balasan tersebut langsung dikirimkan ke PC A sebagai pengirim asal. Dan pada kondisi di atas menunjukkan balasan dari PC C telah sampai pada PC A, dengan demikian selesai lah proses pengiriman paket data dari PC A ke PC C sesama VLAN 10.

    Pengiriman Data Pada Beda Jaringan VLAN

    Analisa :
    Kondisi di atas adalah ketika PC B yang berasal dari VLAN 30 akan mengirim data pada PC C yang berasal dari VLAN 10, dengan cara sederhana yaitu ‘ping’ IP 192.168.1.4. Mula - mula PC B bersiap untuk mengirim data ke PC C melalui switch 0. Sinyal dari data tersebut merupakan ARP.

    Analisa :
    Kemudian oleh switch 0 sinyal tersebut langsung dikirimkan ke PC C melalui switch 1 tanpa disebar ke PC A terlebih dahulu karena PC A bukan satu VLAN dengan PC B sebagai pengirim asal. Sinyal tersebut masih berupa ARP.

    Analisa :
    Oleh switch 1 sinyal ARP tidak dikirimkan kepada PC C, namun dikirimkan kepada PC D, karena PC C yaitu sebagai PC yang dituju bukan berasal dari jaringan VLAN yang sama dengan PC B pengirim asal, sedangkan PC D adalah PC yang berasal dari jaringan VLAN yang sama dengan PC B. Pada kondisi ini sinyal atau data hanya akan dikirimkan pada PC atau computer yang berada pada satu jaringan VLAN yang sama.

    Analisa :
    Pada kondisi di atas menunjukkan sinyal ARP dari PC B telah sampai pada PC D namun ditolak, karena tujuan awal PC B adalah mengirimkan sinyal kepada PC C, sehingga sinyal yang dikirimkan tidak sampai ke tujuan dan proses pengiriman tidak dilanjutkan lagi. Dengan demikian selesai lah proses pengiriman paket data dari PC B ke PC C pada jaringan VLAN yang berbeda.

    Kegunaan Netmask
      Fungsi Netmask ada dua, yaitu :
      • Untuk membedakan antara Network ID dengan Host ID.
      • Untuk menentukan alamat tujuan paket data, apakah “local” atau “remote”.
             Untuk fungsi yang kedua, bila computer berada dalam suatu alamat network misalkan 131.107.1.0 255.255.255.0 dan terdapat network lainnya misalkan 131.107.2.0 255.255.255.0, maka alamat tersebut dapat ditemukan dalam result routing table. Dalam hal ini, 131.107.1.0 adlah local network bagi computer tersebut, sedangkan 131.107.2.0 adalah network lainnya yang dikonsiderasi sebagai “remote” atau host/ computer yang berbeda alamat network dengan computer tadi.
           Fungsi lainnya dalam jaringan komputer, sebagai contoh sebuah computer dalam jaringan menggunakan IP Address kelas C 192.168.1.1 dengan netmask 255.255.255.0, artinya computer tersebut bisa saling berkomunikasi dengan semua IP Address dari 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254. Mengapa?  Octet ke empat dari netmask tersebut menunjukkan host yang bisa terkoneksi. Jika angkanya 0 artinya semua host bisa saling terkoneksi. Jika dalam sebuah jaringan masing – masing computer menggunakan netmask 255.255.255.192, maka hanya host ber IP Address 192.168.1.1 s/d 192.168.1.62 yang bisa saling berkomunikasi.

      Konsep Routing
               Apa itu Routing? Proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan di jaringan TCP/IP. Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan.



                 Konsep dasar routing adalah sebagai berikut, data-data dari device yang terhubung ke internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data. Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung disampaikan. Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat. Router berfungsi sebagai penghubung dua buah jaringan yang berbeda, tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan. Router menjadi perangkat yang berfungsi meneruskan datagram IP pada network layer. Router memiliki lebih dari satu NIC dan dapat meneruskan datagram dari satu NIC ke NIC yang lain. Router menyimpan routing table yang menggambarkan bagaimana menemukan network – network  remote. Jenis-jenis routing adalah :
        • Routing statis
        • Routing default
        • Routing dinamis

        Tabel Routing

        Analisa :
        Gambar di atas adalah topologi jaringan dengan menggunakan dua media penghubung router. PC 1 memiliki IP Address 192.168.2.2 dan PC 2 memiliki IP Address 192.168.3.2. Sedangkan untuk ruoter A port fa0/1 memiliki IP Address 192.168.2.1 dan port fa1/1 memiliki IP Address 192.168.1.1. Untuk ruoter B port fa0/1 memiliki IP Address 192.168.3.1 dan port fa1/1 memiliki IP Address 192.168.1.2. 

               Pada simulasi di atas awalnya PC 1 dan PC 2 tidak dapat saling berkomunikasi, hal ini dikarenakan kedua PC memiliki berbedaan network address. Sehingga dilakukan routing agar kedua PC dapat saling berkomunikasi, yaitu dengan mengatur masing – masing router. Pada router A diberikan perintah route “ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.1.2”, sehingga nantinya router A akan diberikan access menuju ke PC 2. Pada router B diberikan perintah route “ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.1.1”, sehingga nantinya router B akan diberikan access menuju ke PC 1. Dengan demikian selesai lah konfigurasi routing pada topologi di atas, dan kedua PC dapat saling berkomunikasi.

        Routing Table Router A

        Analisa :
        Kondisi di atas adalah router A menampilkan routing table dengan perintah “show ip route”. Dapat dilihat router A dapat mengakses IP destination 192.168.2.0 melalui fa0/1, 192.168.1.0 melalui fa1/1, dan 192.168.3.0 melalui gateway 192.168.1.2. Berikut adalah table routing pada router A :


        Routing Table Router B

        Analisa :
        Kondisi di atas adalah router B menampilkan routing table dengan perintah “show ip route”. Dapat dilihat router B dapat mengakses IP destination 192.168.3.0 melalui fa0/1, 192.168.1.0 melalui fa1/1, dan 192.168.2.0 melalui gateway 192.168.1.1. Berikut adalah table routing pada router B:


        Direct adalah kondisi ketika router berada pada satu jaringan/ memiliki network address yang sama dengan jaringan yang dimiliki IP destination. Sedangkan indirect adalah kondisi ketika router berada pada beda jaringan/ memiliki network address yang berbeda dengan jaringan yang dimiliki IP destination.

        Kamis, 13 Oktober 2016

        Konsep Jaringan dan Pengiriman Data Switch & HUB

        Jaringan adalah dua atau lebih koputer yang saling berkomunikasi. Menurut area nya jaringan dibagi menjadi :
        1. LAN (Local Area Network)
            Jaringan komputer yang komputer – komputernya masih dalam 
            satu lokasi kecil atau ruangan, range masksimal LAN berkisar
            1km. Contohnya, jaringan laboratorium komputer.
        2. WAN (Wide Area Network)
            Kumpulan dari LAN – LAN yang terhubung dalam lokasi yang 
            berbeda. Contohnya, jaringan kantor pusat dengan jaringan 
            kantor cabang.
        3. MAN (Metropolitan Area Network)
            Jaringan komputer yang komputer – komputernya terhubung 
            dalam lokasi besar atau dalam kota, range maksimal MAN 
            berkisar 5km.
        4. Internet
            Jaringan komputer yang komputer – komputernya terhubung di 
            seluruh dunia.
        5. Intranet
            Gabungan antara LAN dan internet.

        Bagaimana kedua PC dapat berkomunikasi?
          Komputer dapat saling berkomunikasi karena memiliki 2 model komunikasi, yaitu :
          1. Model konseptual -> OSI (Open System Interconnection) -> memiliki 7 
              layer
          2. Model riil -> TCP/IP -> meiliki 4 layer
          Kedua model tersebut dibedakan berdasarkan jumlah layer dan konsepnya.

          Model OSI
            1. Physical
                Lapisan ini merupakan medium untuk pemindahan data. Dimana
                terdapat 3 medium yaitu :
                a. Kabel
                b. Udara
                c. Fiber optic (10Gb/second)
                Lapisan ini juga menentukan media penghantar, jenis konektor,
                dan pensinyalan. Data pada physical adalah bitstream.
            2. Datalink
                Tugas dari datalink adalah :
                a. Bit framing, yaitu pembagian data dalam bit menjadi beberapa 
                    potongan data agar data yang dikirim sesuai dengan data yang 
                    diterima.
                b. Error detection, datalink dapat mendeteksi dan memberikan 
                    pemberitahuan error kepada layer dibawahnya, namun datalink
                    tidak dapat memperbaiki error tersebut.
                c. Addressing hardware (MAC Address), disebut juga sebagai 
                    physical address. MAC Address pada suatu PC tidak dapat 
                    dirubah oleh penggunanya.
                Data pada datalink adalah frame.
            3. Network
                Tugas dari network adalah :
                a. Memilih jalur terbaik untuk membawa data (routing).
                b. Pengalamatan logical address (IP Address). IP Address dapat 
                    dirubah sendiri oleh penggunanya.
                Data pada datalink adalah paket.
            4. Transport
                Tugas dari layer transport adalah megatur metode untuk bagaimana 
                data dikirimkan (transportasi data). Pada layer transport terdapat 
                2 metode untuk mengirim data, yaitu  :
                 a. Connection, metode yang memerlukan koneksi terlebih 
                     dahulu. Analoginya, ketika kita menelepon seseorang untuk 
                     menyampaikan berita, kita akan menanyakan apakah benar 
                     orang tersebut adalah yang kita maksud atau tidak, jika benar 
                     barulah berita kita sampaikan. Jika salah maka kita tidak akan 
                     menyampaikan berita. Contoh dari metode ini adalah TCP. Data 
                     pada TCP adalah segment.
                 b. Connectionless , metode yang tidak memerlukan koneksi 
                     internet dahulu. Analoginya, ketika kita akan menyambaikan berita 
                     dengan mengirim surat, maka kita menuliskan berita pada surat 
                     dan memasukkannya pada amplop serta menuliskan alamat 
                     tujuannya. Setelah itu kita akan memberikan surat kepada kantor 
                     pos, oleh kantor pos akan dikirimkan tanpa kita ketahui apakah 
                     surat tersebut diterima oleh orang yang kita maksud atau tidak. 
                     Contoh dari metode ini adalah UDP.  Data pada UDP adalah 
                     datagram.
            5. Session
                Fungsi dari layer ini adalah melakukan transmisi hubungan. Ini 
                adalah tugas dari OS (System Operation), OS memberikan ID 
                ketika melakukan transmisi hubungan. Contoh kerjanya adalah 
                ketika kita membuka banyak tab pada browser, maka browser 
                tidak akan salah menampilkan website yang kita tuju.
            6. Presentation
                Layer ini berfungsi mengatur metode bagaimana data 
                dipresentasikan, atau yang disebut encoding.
            7. Aplication
                Layer application digunakan untuk menampilkan data sehingga 
                dapat dilihat atau diterima oleh user. Contoh dari application 
                layer adalah HTTP, FTP, SHTP, dll.

            Communication Protocol



                      Data ada layer application akan dipecah menjadi bebeberapa data dan dimulai pada layer transport. Pada layer transport data ditambahkan header layer transport, data tersebut dinamakan segment atau datagram. Pada layer selanjutnya yaitu layer network, segment atau datagram akan ditambahkan header layer network, data tersebut dinamakan packet. Pada layer selanjutnya yaitu layer datalink, packet akan ditambahkan header layer datalink dan juga trailer, data tersebut dinamakan frame. Pada layer selanjutnya yaitu layer physical, frame akan ditambahkan header layer physical, data tersebut dinamakan bitstream. Begitu sebaliknya ketika data diterima, data akan mengalami pengurangan header pada layer physical hingga transport. Penambahan header pada communication protocol dinamakan encapsulation. Sedangkan pengurangan header pada communication protocol dinamakan decapsulation.

            Simulasi Pengiriman Data Menggunakan Switch dan HUB di Cisco Packet Tracer
              Switch
              Analisa :
              Gambar di atas adalah topologi jaringan menggunakan media penghubung Switch. PC A memiliki IP Address 192.168.1.2, PC B memiliki IP Address 192.168.1.3, dan PC C memiliki IP Address 192.168.1.4. Berikut kita akan menganalisa proses pengiriman data pada jaringan Switch.

              Analisa :
              Kondisi di atas adalah ketika PC C akan mengirim data pada PC B,  dengan cara sederhana yaitu ‘ping’ IP 192.168.1.3. Mula - mula PC C bersiap untuk mengirim data ke PC B melalui switch. Sinyal dari data tersebut merupakan ARP dan ICMP. ARP berfungsi mengenali MAC Address dari penerima karena kondisi semua computer pada awalnya adalah mati. Sedangkan ICMP adalah paket data yang dibawa oleh sinyal tersebut.

              Analisa :
              Kemudian oleh switch sinyal tersebut disebar kepada semua PC yang terhubung untuk mengetahui siapa penerima sinyal tersebut. Sinyal tersebut masih berupa ARP. Karena yang dituju dari PC C adalah PC B, maka PC A menolak dan PC B menerima sinyal tersebut.

              Analisa :
              PC B mengirim balik sinyal berupa ARP tersebut kepada switch yang berisi informasi MAC Address PC B, sebagai balasan sekaligus untuk melaporkan bahwa PC B telah menerima sinyal tersebut.

              Analisa :
              Oleh switch sinyal ARP balasan tersebut langsung dikirimkan kembali ke PC C atau computer asal tanpa menyebar ke seluruh PC. Hal ini terjadi karena switch lebih cerdas dibanginkan dengan HUB, dimana switch akan langsung mengetahui siapa pengirim asal sinyal tersebut.

              Analisa :
              Pada kondisi ini tugas ARP sebagai pencatat MAC Address dari penerima selesai. Sekarang adalah tugas ICMP untuk pengiriman paket. Dapat dilihat seperti gambar di atas amplop berwarna ungu adalah paket ICMP.

              Analisa :
              Selanjutnya oleh PC C, paket tersebut dikirimkan ke switch untuk dikirim kepada penerima, yaitu PC B.

              Analisa :
              Kemudian oleh switch, ICMP langsung dikirim ke PC B tanpa disebarkan ke seluruh PC terlebih dahulu.

              Analisa :
              Setelah itu oleh PC B, paket dikirimkan kembali ke switch sebagai balasan untuk melaporkan bahwa PC B telah menerima paket ICMP dari PC C.

              Analisa :
              Kemudian switch mengirim langsung paket ICMP balasan dari PC B ke PC C tanpa disebarkan ke seluruh PC terlebih dahulu.

              Analisa :
              Pada kondisi di atas menunjukkan paket ICMP balasan dari PC B telah sampai pada PC C, dengan demikian selesai lah proses pengiriman paket data dari PC C ke PC B menggunakan media penghubung switch.

              HUB
              Analisa :
              Gambar di atas adalah topologi jaringan menggunakan media penghubung HUB. PC A memiliki IP Address 192.168.1.2, PC B memiliki IP Address 192.168.1.3, dan PC C memiliki IP Address 192.168.1.4. Berikut kita akan menganalisa proses pengiriman data pada jaringan HUB.

              Analisa :
              Kondisi di atas adalah ketika PC C akan mengirim data pada PC B,  dengan cara sederhana yaitu ‘ping’ IP 192.168.1.3. Mula - mula PC C bersiap untuk mengirim data ke PC B melalui HUB. Sinyal dari data tersebut merupakan ARP dan ICMP. ARP berfungsi mengenali MAC Address dari penerima karena kondisi semua computer pada awalnya adalah mati. Sedangkan ICMP adalah paket data yang dibawa oleh sinyal tersebut.

              Analisa :
              Lalu oleh HUB sinyal tersebut disebar kepada semua PC yang terhubung untuk mengetahui siapa penerima sinyal tersebut. Sinyal tersebut masih berupa ARP. Karena yang dituju oleh sinyal dari PC C adalah PC B, maka PC A menolak dan PC B menerima sinyal tersebut.

              Analisa :
              PC B mengirim kembali sinyal berupa ARP tersebut kepada HUB yang berisi informasi MAC Address PC B, sekaligus untuk melaporkan bahwa PC B sudah menerima sinyal tersebut.

              Analisa :
              Kemudian oleh HUB, sinyal ARP tersebut disebar kembali ke seluruh PC untuk mengetahui siapa penerima sinyal balasan tersebut. Berbeda dengan Switch, HUB selalu menyebar sinyal ke seluruh PC karena HUB memiliki sifat tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data atau sinyal.

              Analisa :
              PC A menolak dan PC C menerima sinyal tersebut karena PC yang dituju adalah PC C yang merupakan pengirim asal sinyal ARP. Pada kondisi ini tugas ARP sebagai pencatat MAC Address dari penerima telah selesai. Sekarang adalah tugas ICMP untuk pengiriman paket. Dapat dilihat pada gambar di atas, amplop berwarna ungu adalah paket ICMP.

              Analisa :
              Selanjutnya oleh PC C paket ICMP tersebut dikirimkan ke HUB dengan tujuan untuk dikirimkan kepada penerima, yaitu PC B.

              Analisa :
              Kemudian oleh HUB, paket tersebut disebar keseluruh PC untuk mengetahui siapa penerima paket ICMP tersebut. Namun PC A menolak dan PC B menerima paket tersebut karena PC yang dituju adalah PC B yang merupakan tujuan paket ICMP.

              Analisa :
              Setelah itu oleh PC B, paket dikirimkan kembali ke HUB sebagai balasan untuk melaporkan bahwa PC B telah menerima paket ICMP dari PC C.

              Analisa :
              Kemudian HUB menyebar kembali paket ICMP balasan dari PC C ke seluruh PC untuk mengetahui siapa penerima paket ICMP balasan tersebut. Namun yang merespon paket ICMP balasan tersebut adalah PC C dan PC A menolak, hal ini dikarenakan PC C merupakan pengirim awal paket ICMP tersebut. Dengan demikian selesai lah proses pengiriman paket dari PC C ke PC B menggunakan media penghubung HUB.

              Kesimpulan Percobaan :
              • Pada switch dapat menangani lebih dari dua port dan lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan. Switch mampu bekerja menerima dan mengirim data pada saat yang bersamaan. Serta dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehinnga akan menghemat bandwidth.
              • Pada HUB tidak ada proses dalam penanganan traffic jaringan. HUB hanya akan mengirim data ke semua port aktif maupun tidak tanpa melihat kebutuhan setiap port. HUB hanya dapat mengirim dan menerima data pada suatu waktu tertentu. Serta HUB tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data.